Dibalik tradisi nyongkolan suku sasak.

Setiap daerah di indonesia memiliki tradisi tersendiri soal pernikahan, tidak terkecuali di lombok Nusa Tengara Barat. Salah satu kebiasaan masyarakat suku sasak dalam acara prosesi pernikahan di sebut nyongkolan. Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian  acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di lombok, kegiatan ini merupakan iring iringan  kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan memakai baju adat, serta rombongan musik atau kelompok penabuh rebanah, selama proses iring iringan, peserta nyongkolan dari rombongan laki-laki membawa benda hasil perkebunan, untuk dibagikan kepada keluarga, kerabat dari pihak perempuan. Sampai di rumah perempuan, pasangan akan sungkeman dan meminta doa dan restu kepada keluarganya. Nyongkolan dapat dilihat di berbagai pelosok lombok saat akhir pekan, dari jalanan kecil antar kecematan sampai jalan lintas kabupaten. Budaya nyongkolan yang merupakan salah satu budaya yang sampai saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat suku sasak. tujuan dari proses ini untuk memperkenalkan pasangan mempelai tersebut ke masyarakat, terutama pada kalangan kerabat maupun masyarakat.

Komentar

Posting Komentar